Seminar & Workshop : ‘Penguatan Mutu Melalui Implementasi SPMI’

Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengadakan kegiatan seminar dan workshop Penguatan Mutu Melalui Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) selama dua hari, 18-19 Januari 2017, bertempat di Aula Grha William Soeryadjaya.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 68 orang, yang terdiri dari Pengurus Yayasan UKI, Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, LPPM, Kepala-kepala Biro, auditor, dan para dosen sebagai calon auditor.

Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Esther Rela Intarti, M.Th., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala BPM UKI, Dr. Hotmaulina Sihotang, M.Pd., yang memaparkan tujuan pelaksanaan kegiatan seminar dan workshop.

“Kita tetap bersyukur karena UKI baru memperoleh reakreditasi peringkat “B”. Untuk itu kita harus bekerja keras dan bekerja cerdas, oleh karena itu Rektorat melalui BPM mengadakan kegiatan Seminar dan workshop ini,” kata Dr. Hotma

Salah satu tujuan dari kegiatan ini menurut Dr. Hotma adalah agar para peserta mampu mengembangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Semester (RKS), serta memahami apa itu SPMI dan bisa mengimplementasikannya.

Seminar dan workshop resmi dibuka setelah Rektor Universitas Kristen Indonesia, Dr. Maruarar Siahaan, S.H., menyampaikan sambutannya.

“Harapan saya, kita tidak bosan-bosan melakukan kegiatan seperti ini karena mengingat kembali proses akreditasi sebenarnya ada di dalam poin-poin penjaminan mutu itu, dan kita harus bekerja sama untuk memperbaiki mutu” tutur Rektor.

Pakar yang diundang dalam kegiatan ini adalah Dr. Ir. Hisar Sirait, M.A., Rektor Institut Bisnis Indonesia Kwik Kian Gie, yang juga merupakan seorang fasilitator terbaik SPMI di Kopertis Wilayah 3.

Dalam pemaparannya, beliau mengutip pernyataan Koordinator Kopertis Wilayah 3, Dr. Illah Sailah, bahwa masih banyak perguruan tinggi yang ingin mendapatkan akreditasi dengan peringkat baik atau sangat baik, namun belum menyadari bahwa hal itu dipicu dari diterapkannya sistem penjaminan mutu yang didorong oleh adanya kebutuhan internal perguruan tinggi.

Dr. Hisar menyampaikan implementasi SPMI bermanfaat karena luaran penerapan spmi oleh perguruan tinggi digunakan oleh BAN-PT atau LAM untuk penetapan status dan peringkat terakreditasi perguruan tinggi atau program studi.

(jeh/lis)