Serunya Mempelajari Tubuh Manusia melalui Anatomi

Belajar anatomi bukanlah hal yang menakutkan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran. Virtual anatomi dapat membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran jarak jauh maupun pembelajaran tatap muka.

 “Virtual anatomi dapat membantu  pemahaman mahasiswa dalam mempelajari anatomi. Dengan alat ini bisa dilihat gambaran struktur tubuh manusia dari berbagai sudut. Dengan adanya alat ini mahasiswa akan lebih tertarik dalam mempelajari anatomi ,” ujar akademisi dari Departemen Anatomi FK UKI, dr. Silphia Novelyn, M.Biomed, dalam webinar internasional yang diselenggarakan oleh Continuing Medical Education Fakultas Kedokteran FK UKI (30/06).

Dengan virtual anatomi, mahasiswa bisa juga melihat tubuh manusia dari pembacaan rontgen foto, lalu penelusuran kasus, yang kesemuanya ini dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mempelajari ilmu kedokteran baik di preklinik maupun klinik.

Modifikasi Praktikum Anatomi

Dokter Silphia menjelaskan bahwa FK UKI melakukan modifikasi cara praktikum anatomi secara online dan offline.

“Departemen anatomi FK UKI melakukan modifikasi dalam praktikum anatomi di era pandemi. Kami melakukan secara luring, jika keadaan memungkinkan dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Pertama kami persiapkan specimen atau preparat, kami memberi tanda dengan jarum pentul berwarna, menggunakan kapur berwarna, benang wol berwarna untuk mengikat otot. Lalu kami membuat daftar nama dari struktur yang kami tunjuk dengan penanda tersebut,”ujarnya.

Koordinator Pendidikan Departemen Anatomi Di FK UKI ini menjelaskan, “Kami menggunakan dua ruangan, ada museum anatomi dan laboratorium anatomi. Museum anatomi digunakan untuk karantina mahasiswa yang akan praktikum, sebagai persiapan sebelum mahasiswa masuk ke dalam laboratorium.”

webinar internasional yang diselenggarakan oleh Continuing Medical Education Fakultas Kedokteran FK UKI (30/06).

“Di dalam laboratorium anatomi, ditandai semua kursi mana yang boleh diduduki dan yang tidak untuk berjaga jarak. Semua pintu dan jendela dibuka untuk menjamin sirkulasi udara berjalan baik. Persiapan di ruangan anatomi yaitu kami menandai meja panjang yang masing-masing diisi 2 mahasiswa yang tidak langsung berhadapan,”ujar dokter Silphia.

“Kami instruksikan ke setiap angkatan bahwa tidak boleh saling meminjam masker medis, faceshield, hair cap, jas lab. Petugas laboratorium akan membagikan sarung tangan dan hand sanitizer kepada mahasiswa. Setelah selesai praktikum, maka kami akan mengarahkan mahasiswa untuk mencuci tangan,” tuturnya lagi.

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Anatomi

Akademisi Departemen Anatomi FK UKI, dr. Frisca Angreni, M.Biomed, menyampaikan,”Pentingnya mahasiswa FK mengikuti pelatihan atau short course bahasa latin agar dapat mempelajari anatomi dengan baik. Sebagain besar mahasiswa merasa kesulitan bahasa latin.”

“Peralatan lain yang juga dibutuhkan untuk meningkatkan pembelajaran anatomi yaitu plastinasi. Dengan preparat plastinasi, kita dapat melihat dengan jelas struktur anatomi yang tidak dapat dilihat di cadaver. Preparat plastinasi sangat membantu mahasiswa dalam melihat, mempelajari dan memahami struktur tubuh baik otot-otot maupun organ manusia,” tutur dokter Frisca.

Webinar internasional ini turut menghadirkan narasumber akademisi FK UKI, dr. Theza E.A. Pellondo’u, Sp.KF  serta dari Sectra Medical Education yaitu Jin Meng, MD., M.Sc, Ph.D dan Maria Andersson. Moderator dalam kegiatan ini Akademisi FK UKI yaitu Dr.dr. Forman Erwin Siagian., M.Biomed dan dr. Hj. Nia Reviani, MAPS