Sidang Senat Terbuka Dies Natalis UKI Ke-66

Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis Universitas Kristen Indonesia ke 66 tahun, digelar di Auditorium Graha William Soeryadjaya, Universitas Kristen Indonesia (15/10). Tema yang diusung pada perayaan Dies Natalis kali ini adalah “UKI Berbudaya, Berprestasi dan menjadi yang Terhebat!”

Prosesi senat dan pembukaan Sidang Senat Terbuka dimulai dengan diiringi lagu “Gaudeamus Igitur” oleh Paduan Suara Mahasiswa UKI. Acara dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Ketua MPH PGI, Pdt. Dr. Bambang H. Widjaja dan pendeta Kampus UKI, Pdt. Wellem Sairwona, M.Th.

Di tahun 2019, Universitas Kristen Indonesia masuk dalam jajaran 100 terbaik Perguruan Tinggi Non-Vokasi versi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Pdt, Bambang H. Widjaja berpesan Universitas Kristen Indonesia harus mempertahankan prestasi yang sudah diraih. UKI berjuang menjadi UKI yang lebih hebat dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat di LLDikti III. Perubahan harus dilakukan dan kesukaran harus dihadapi untuk meraih prestasi.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si hadir dan memberikan orasi ilmiah dalam kegiatan ini.

“Salah satu karakteristik pendidikan tinggi yang diharapkan ialah mengembangkan kreativitas kebudayaan, maka peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi hal utama di Perguruan Tinggi. UKI membuktikan untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dosen dapat terpacu menerbitkan penelitiannya dalam jurnal internasional yang terindeks scopus dan tenaga kependidikan aktif dalam forum internasional, “ ungkap Prof. Dr. Thomas Pentury.

Selanjutnya Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA menyampaikan Laporan Tahunan Rektor, “Mencerdaskan dan Sumbangsih menjadi 2 kata kunci dalam pendirian UKI dan perlu menjadi tekad pelayanan UKI ke depannya. Kedua kata kunci tersebut menjadi semangat UKI dalam melayani semua lapisan masyarakat. Kita harus menyadari sebagai sumbangsih terhadap bangsa, kita harus menghasilkan SDM unggul, tangguh serta berdaya saing. Para dosen perlu meningkatkan keahlian agar selalu relevan dalam pengajaran. Dosen perlu aktif dalam kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat.”

Tak lupa Ketua Pengurus Yayasan UKI, Dipl., Ing Salomo Panjaitan, mengajak sivitas akademika khususnya dosen dan jajaran Pimpinan Universitas dan Fakultas, untuk meningkatkan kepedulian pada institusi pendidikan yang lebih berkualitas. Para dosen wajib memiliki Jenjang Jabatan Akademik yang secara berkala hingga menjadi Guru Besar.

Pada Sidang Senat Terbuka ini, diumumkan peraih penghargaan dalam beberapa kategori diantaranya Tenaga Kependidikan Berprestasi, Tenaga Pendidik yang lulus studi dan karyawan atau karyawati yang  telah berkarya di UKI dalam kurun waktu tertentu.

Kegiatan Dies Natalis UKI juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan antara lain Lomba Short Video untuk siswa/i SMA Sejabodetabek dan short video untuk mahasiswa/I UKI, kompetisi Debat Mahasiswa tingkat Universitas, Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk mahasiswa UKI, Lomba dan Expo Kewirausahaan Mahasiswa. Sebagai penutup keseluruhan rangkaian kegiatan Dies Natalis UKI ke-66 digelar konser Neo-Tradisional yang memadukan keanekaragaman budaya lokal dan konsep modern. Berlangsungnya konser ini didasari pada keberadaan UKI yang merupakan “kampus miniatur Indonesia”.

Selamat Ulang Tahun Universitas Kristen Indonesia !