SIDANG TERBUKA SENAT PPMB UKI T.A. 2017/2018: “Transformasi Menjadi Daniel-Daniel Masa Kini”

JAKARTA-REPORTER Kegiatan Program Pembinaan Mahasiswa Baru Universitas Kristen Indonesia (PPMB UKI) Tahun Akademik 2017/2018 dilaksanakan selama satu minggu sejak 21-26 Agustus 2017. Pada hari keempat PPMB (24/8), dilaksanakan Sidang Terbuka Senat PPMB UKI T.A. 2017/2018 sebagai salah satu tahap bagi para peserta PPMB bahwa mereka telah diterima secara resmi sebagai Mahasiswa/i di Universitas Kristen Indonesia.

Tepat pukul 09.00 WIB, Pimpinan Rektorat dan Pimpinan Fakultas memasuki Ruang Aula UKI Lantai 3, Cawang, yang telah dipenuhi oleh peserta PPMB. Sidang Terbuka Senat ini dibuka dan dipimpin oleh Ketua Senat, yang juga Kepala LPPM UKI, Prof. Dr. Ir. Charles Marpaung, M.S.E.E.

Acara diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pendeta Kampus, Pdt. Wellem Sairwona, M. Th., yang mengangkat kisah empat tokoh pemuda Alkitab yang luar biasa, yaitu Sadrakh, Mesakh, Abednego, dan Daniel.

“Ada empat orang pemuda yang mengguncang dunia pada masa itu, dunia Babilonia, yang merupakan Super Power Country, dan itu dicatat juga dalam sejarah. Bahkan Alkitab mencatat secara khusus ada orang yang membuat perubahan lebih berarti, yaitu Daniel,” kata Pdt. Wellem.

Pdt. Wellem menjelaskan, keempat orang Israel tersebut, khususnya Daniel, memiliki kualitas sepuluh kali di atas rata-rata rakyat Babel, sehingga mereka dapat berpengaruh dan mengubah negeri Babel (Babilonia, yang pada masa itu menjajah Israel). Dengan kata lain, jika mahasiswa/i baru ingin mengubah negeri ini, mereka juga harus mengalami perubahan.

“Saudara/i harus minta Tuhan untuk mengubah engkau. Ketika kita mau mengubah dunia, maka kita harus lebih banyak melihat pada diri sendiri, jangan melihat pada orang lain dan lebih banyak bercermin pada diri sendiri, koreksi diri terus-menerus, lewat doa dan Firman. Saya percaya Tuhan akan mengubah engkau tidak kalah hebatnya dari Daniel, dkk,” ujar beliau.

Setelah ibadah, dilaksanakan Upacara Nasional yang dipimpin oleh Ketua Senat, dilanjutkan dengan Penyerahan Mahasiswa Baru T.A. 2017/2018 sekaligus Pembacaan Keputusan Rektor oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Hukum dan Kerja Sama, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA., tentang Penerimaan Mahasiswa Baru, dengan rincian jumlah mahasiswa baru:

Program Pascasarjana (23 orang), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (95 orang), Fakultas Sastra (35 orang), Fakultas Ekonomi (135 orang), Fakultas Hukum (149), Fakultas Teknik (59), Fakultas Kedokteran (174), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (145 orang), Akademi Fisioterapi (36 orang), Akademi Perbankan (13 orang), dan Akademi Keperawatan (9 orang), total 873 Mahasiswa Baru yang resmi di terima UKI pada hari itu.

Peresmian ini ditandai dengan penyematan jaket almamater oleh Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H., kepada perwakilan Mahasiswa Baru, dan dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Rektor tentang Pemberian Penghargaan Mahasiswa berprestasi T.A. 2016/2017. Untuk Penghargaan Mahasiswa Berprestasi bidang Akademik, dibacakan oleh Kepala Biro Administrasi dan Akademik (BAA UKI), Rr. Ani Wijayati, S.H., M.H., dan Mahasiswa Berprestasi bidang Nonakademik oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKMA UKI), Pdt. Indri Jatmoko, S. Si., Teol., M.M.

Dalam sambutannya kepada Mahasiswa Baru, Rektor mengucapkan selamat datang dan menyampaikan pesan-pesannya,

“Saya ingin mengucapkan selamat datang kepada Anda semua di UKI. Kalau di sini Anda belajar, Anda akan dibangun menjadi ‘garam’ dan ‘terang’. Saudara sudah diseleksi dari calon-calon yang lain dan boleh masuk di sini. Saya berharap, Anda bisa menunjukkan karakter Daniel yang menjadi pemenang dan bisa mentransformasi diri untuk membangun negara ini,” tutur Rektor.

Rektor pun menegaskan, bahwa di Kampus UKI tidak ada ruang bagi tawuran, bullying, apalagi Narkoba. UKI yang telah bekerja sama dengan aparat hukum seperti BNN dan Pihak Kepolisian akan menindak tegas mahasiswa yang terlibat dengan hal-hal tersebut.

“Masuk UKI, Anda harus menghindar dari satu hal yang menjadi musuh UKI, yaitu NARKOBA. Kita punya kerja sama dengan BNN, kalau ada yang coba-coba, kita monitor, kalau ada yang ditangkap jangan coba-coba kembali ke UKI. Tidak ada tawuran disini. Tidak ada bully, kalau ada senior-senior yang mem-bully Anda, beri tahu, akan langsung kita coret. Saya berharap ini menjadi ingatan Saudara-saudara,” tandas Rektor.

Ketua Panitia PPMB 2017, yang juga Kepala BKMA UKI, Pdt. Indri Jatmoko, S. Si., Teol., M.M., dalam pengantarnya, menyampaikan bahwa tema PPMB “Transformasi Diri untuk Membangun Negeri” ini dicanangkan oleh Panitia sebagai wujud dari semangat ke-Indonesia-an yang saat ini telah memasuki usia 72 tahun.

“PPMB 2017 sarat dengan gegap gempita para mahasiswa baru yang berasal dari berbagai belahan wilayah dan daerah yang berkumpul menjadi satu untuk sebuah cita-cita membangun negeri dan siap bersaing dalam kompetisi yang semakin terbuka dalam berbagai bidang,” ucap Pdt. Indri.

Pdt. Indri berharap UKI dapat menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa baru untuk membangun dan menggapai masa depan.

“Kami sangat berharap UKI menjadi rumah kedua kalian untuk belajar, menimba banyak pengetahuan, belajar berorganisasi, mengasah berbagai keterampilan/talenta, menjalin persaudaraan, dan masih banyak yang dapat kalian ekspresikan dalam mewujudkan sejuta harapan serta cita-cita, ,” pungkas beliau.