Talkshow Online FH UKI; Peran LPS Dalam Memelihara Stabilitas Sistem Perbankan

“Lembaga Penjamin Simpanan berperan melindungi nasabah bank termasuk jika terjadi ancaman krisis yang berpotensi mengakibatkan merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan membahayakan stabilitas sistem keuangan,“ ujar Dr. Suwandi Ak., M.M., CA selaku Direktur Eksekutif Klaim & Resolusi Bank LPS dalam Talkshow Online ‘Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan yang Aktif Memelihara Kestabilan Sistem Perbankan Sesuai Kewenangannya’, yang digelar Mahasiswa FH UKI (14/01).

Pada tahun 1998, krisis moneter dan perbankan menghantam Indonesia, yang ditandai dengan dilikuidasinya 16 bank, mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan. Untuk mengatasi krisis yang terjadi, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya memberikan jaminan atas seluruh kewajiban pembayaran bank, termasuk simpanan masyarakat. 

“Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 menyebutkan bahwa LPS merupakan suatu lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya. Menjadi tugas LPS untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan penyelesaian Bank Gagal yang tidak berdampak sistemik dan melaksanakan penanganan Bank Gagal yang berdampak sistemik, “ terang Dr. Suwandi.

Salah satu tujuan pendirian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ialah untuk melindungi sebagian besar nasabah bank. Peserta penjaminan adalah seluruh Bank yang ada di Indonesia. Setiap bank wajib membayar premi tahunan dengan nilai 0,2 % dari total simpanan untuk mencapai target dana penjaminan sebesar 2,5 % dari total simpanan.  

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan menyebutkan bahwa simpanan yang dijamin adalah sertifikat deposito, giro, deposito, tabungan dan bentuk lain yang dipersamakan. Simpanan yang dijamin harus memiliki beberapa syarat yaitu 3T, Tercatat pada bank (simpanan nasabah tercatat di bank), Tidak melebihi LPS rate (bunga simpanan maksimal sama dengan LPS rate), dan Tidak merupakan pihak yang menyebabkan keadaan bank menjadi tidak sehat.

Talkshow Online dihadiri oleh Wakil Dekan FH UKI, Elly A.M. Pandiangan, S.H., M.H. dan Akademisi FH UKI, Diana Napitupulu, S.H., M.H., MKn., M.Sc. Moderator dalam kegiatan ini ialah Putu George Matthew Simbolon yang merupakan Mawapres Utama UKI Tahun 2020.

Talkshow diakhiri dengan sesi tanya jawab dan seluruh peserta mendapatka e-certificate. Tayangan lengkap dari kegiatan ini dapat dilihat di Youtube Class C FH UKI 2k18.