Teknologi Digital dalam Perpajakan Indonesia

JAKARTA-REPORTER       Himpunan Mahasiswa Program Studi Diploma Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia menggelar Kuliah Umum dengan tema “Solusi Teknologi Digital untuk Kebijakan Pajak”. Acara diadakan di Ruang Eksekutif  FEB UKI (4/6). Moderator dalam kuliah umum ini ialah dosen FEB UKI, Leni Panggabean SE, M.Ak.

Kuliah umum dihadiri oleh Dekan FEB UKI, Dr. Josepine Tobing, S.E.,M.S.; Wakil Dekan FEB UKI, Juaniva Sidharta, S.E.,M.Si.; dan Kepala Program Studi D3 Manajemen, Emma Tampubolon, S.E., M.M. Acara dibuka dengan tarian daerah Manggarai, NTT.

“Kuliah umum tentang teknologi digital pada perpajakan ini membuka peluang mahasiswa untuk selangkah lebih maju. Dosen FEB UKI khususnya program studi Diploma Perpajakan, diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa menjadi seseorang yang profesional di bidangnya,” ujar Dr. Josepine Tobing, S.E.,M.S., saat membuka acara.

Pembicara dalam seminar ini ialah Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur, Liberti Pandiangan, S.E., M.Si.

Liberti Pandiangan menjelaskan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi kemakmuran rakyat.

“Teknologi digital merupakan dasar dari reformasi dan modernisasi administrasi perpajakan. Modernisasi meliputi bidang pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum. Media sosial menjadi sangat membantu kantor DJP mengawasi pajak yang harus dibayarkan oleh setiap individu,” papar Liberti  Pandiangan.

Penulis buku “Administrasi Perpajakan” ini mengungkapkan bahwa prinsip Teknologi Digital Perpajakan adalah mudah, cepat, murah, aman dan nyaman. Pelayanan pajak dilakukan berbasis elektronik. DJP (Direktorat Jenderal Pajak) Online adalah Layanan Pajak Online yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak melalui laman website dan aplikasi untuk perangkat bergerak. Layanan Pajak Online adalah sistem elektronik yang disediakan untuk melakukan transaksi elektronik meliputi DJP Online dan Penyedia Layanan SPT Elektronik.

Liberti Pandiangan lebih jauh menjelaskan untuk menjamin keamanan transaksi elektronik dalam layanan pajak online, wajib pajak diberikan username dan password yang berfungsi sebagai salah satu alat autentikasi. Alat autentikasi pengguna selain username dan password yang dapat digunakan dalam Layanan Pajak Online antara lain EFIN, Sertifikat Elektronik, Token atau PIN.

Electronic Filling Identification Number (EFIN) adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada Wajib Pajak yang melakukan transaksi elektonik. Sertifikat Elektronik adalah sertifikat yang bersifat elektronik dan memuat Tanda Tangan Elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi Elektronik. Token adalah serangkaian angka dan huruf yang dikirimkan oleh sistem informasi Direktorat Jenderal Pajak melalui layanan pesan singkat atau surat elektronik Wajib Pajak sebagai bentuk verifikasi Transaksi Elektronik yang dilakukan Wajib Pajak.