The 1st Jakarta International Conference on Science and Education

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia  menyelenggarakan The 1st Jakarta International Conference on Science and Education (1st JICSE 2019) dengan tema “Natural Science, Social Science and Education for 4.0 Era”. Kegiatan dilaksanakan di Discovery Hotel Ancol, Jakarta, tanggal 16 – 17 Oktober 2019.

JICSE merupakan forum untuk ilmuan, pendidik, ahli matematika, fisika, kimia dan biologi dari para lulusan sarjana, magister, doktor untuk dapat membagikan hasil penelitian melalui presentasi dan pemaparan serta diskusi sebagai sarana bertukar pikiran. Seminar ini dilakukan untuk dapat membangun kerjasama diantara peneliti dari seluruh dunia dalam bidang psikologi, sains, humaniora, serta berbagai bidang.

Kegiatan dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Mahasiswa, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ismunandar dan Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA.

Beberapa keynote speaker antara lain Ross Eric Miller, Ed.D  (Otemon Gakuin University, Ibaraki, Japan), Dr. Lamhot Naibaho, M.Hum (Universitas Kristen Indonesia), Assoc. Prof. Xiao Xiangzhong (Direktur Pihak Tiongkok Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al- Azhar Indonesia).

Ketua Panitia The 1st JICSE 2019, Laurencius Sihotang, M.Pd menjelaskan, “ Konferensi ini diselenggarakan untuk memenuhi tuntutan revolusi industri 4.0 serta menyongsong revolusi industri 5.0 khususnya bidang sains dan pendidikan melalui penelitian dan inovasi.”

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA memberikan kata sambutan, “Pada era revolusi industri 4.0, pendidikan di Indonesia khususnya pendidikan tinggi harus meningkatkan kualitas kemampuan tenaga kerja yang sesuai dengan teknologi digital. Dengan adanya konferensi internasional ini, UKI membuktikan eksistensinya pada bidang pendidikan, penelitian dan peningkatan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk melayani masyarakat dan bangsa. Melalui kegiatan ini juga diharapkan peningkatan jumlah publikasi internasional pada bilang pendidikan, ilmu sosial dan sains.”

Selain itu, Dr. Dhaniswara K Harjono, menambahkan, profesi seperti guru, dosen, dan konsultan pun sebagian fungsinya kini sudah dapat digantikan oleh teknologi. Namun, masih ada sisi humaniora pada manusia yang tidak akan tergantikan oleh kecanggihan teknologi. Untuk meningkatkan sisi humaniora para SDM, dapat dilakukan melalui pendidikan formal maupun nonformal.

Prof. Dr. Ismunandar menjelaskan Pendidikan Tinggi menjadi elemen penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Di era revolusi industri 4.0 sejumlah profesi terancam digantikan oleh teknologi yang semakin canggih. Profesi seperti data entry, operator, data collection, dan sejenisnya yang bersifat manual sangat mungkin tergantikan oleh kehadiran teknologi. Agar posisi manusia tidak digantikan oleh mesin atau robot, dibutuhkan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan manusiawi para SDM. Kemampuan manusiawi seperti rasa ingin tahu lebih besar, kreatif, empati, berpikir dan bekerja sama multidisiplin serta memiliki inisiatif.”