Tingkatkan Kualitas Diri dengan Studi Lanjut

Jakarta – Pendidikan merupakan investasi bagi seseorang dalam rangka peningkatan kapasitas diri maupun pengakuan masyarakat atas keberadaannya. Jadi studi lanjut adalah penting bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas diri dalam bidang tertentu serta pengakuan publik atas kemampuannya tersebut.

Pandangan ini disampaikan Dr. Denny Tewu, SE.,MM., Wakil Rektor 2 UKI dikaitkan dengan semakin banyaknya peminat studi lanjut di UKI untuk periode tahun 2020-2021. “Mungkin juga dikarenakan kuliah daring di UKI yang berjalan lancar hingga kini,” tambahnya.

Di masa covid 19 yang belum sepenuhnya tuntas, UKI memberi berbagai fasilitas untuk mereka yang mau studi lanjut, yang kata Denny,berupa pendaftaran gratis, bea siswa, cicilan uang kuliah yang rata-rata jauh di bawah UMP per bulannya, sehingga tidak ada alasan masalah biaya untuk studi lanjut. “Tergantung tekad dan kemauan mahasiswa tersebut untuk meraih masa depan yang lebih optimis lagi.”

Studi lanjut, masih kata Denny, bisa  menghadapi kendala,seperti yang dia alami saat proses studi lanjut S3, yakni mendapatkan akses data yang dibutuhkan dan hal ini membutuhkan juga kajian serta proses yang cukup panjang untuk dapat membuktikan apa yang menjadi fokus penelitiannya, namun bagi praktisi hal tersebut tidak akan mengalami kesulitan karena bisa saja data yang dibutuhkan ada di seputar lingkungan dimana dia bekerja.

“Seharusnya antara karier dan studi lanjut adalah bagian yang saling mendukung, karena studi lanjut khususnya  S2 adalah pencarian solusi dari masalah-masalah yang dihadapi di dunia kerja, sepanjang studi lanjut yang diambil sejalan dengan profesi atau dunia kerja yang dijalaninya. Di Prodi Magister Manajemen UKI, kami membentuk Mahasiswa Magister Manajemen UKI saat lulus kuliah, mereka memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin, peneliti dan problem solver dalam berbagai risiko potensial yang harus dapat dihilangkan oleh manajemen dari berbagai bidang,”jelas dia lebih jauh.

Ia jelaskan juga,bahwa di beberapa prodi  di UKI ada yang membuka kelas karyawan, dengan biaya terjangkau,  waktu yang dapat diatur sambil bekerja. “Apalagi UKI sebagai kampus merdeka bisa saja pekerjaan mereka dianggap sebagai bagian dari sks yang harus ditempuh, jadi pekerjaan mereka dapat dikonversikan dengan jumlah SKS yang  telah ditempuh,”tambah dia. (ics)