Tingkatkan Semangat Keberagaman, UKI Gelar Buka Puasa Bersama

Tingkatkan Semangat Keberagaman, UKI Gelar Buka Puasa Bersama

JAKARTA-REPORTER  Dalam rangka bulan suci Ramadan 1439 H, Universitas Kristen Indonesia menggelar aksi donor darah dan buka puasa bersama dengan tema “Merajut Silaturahmi dalam Kemajemukan” di Auditorium Grha William Soeryadjaya, UKI Cawang (28/5). Acara ini dihadiri oleh rekan-rekan media, tokoh masyarakat di kelurahan Cawang, serta karyawan/ti UKI yang beragama Islam.

Wakil Rektor Bidang Akademik UKI, Dr. Wilson Rajagukguk, M.SI., MA, menyampaikan bahwa UKI memang merupakan universitas yang berlandaskan iman Kristiani, namun selalu mengedepankan semangat Pancasila, khususnya semangat persatuan bangsa.

“UKI merupakan kampus Pancasila yang terbuka untuk semua agama, suku dan ras. UKI terbuka bagi semua golongan, semua boleh kuliah di sini,” terang Dr. Wilson.

Rangkaian acara buka puasa bersama diisi oleh Komunitas Gumul Juang (KGJ) yang melantunkan selawat dengan iringan alat musik marawis. Komunitas Gumul Juang adalah komunitas yang fokus kepada pendidikan anak-anak prasejahtera. KGJ juga mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak yang difasilitatori oleh Mahasiswa Fakultas Sastra Inggris UKI. Anak-anak yang difasilitatori KGJ ini sendiri berasal dari Rusun Rawa Bebek, dari pinggiran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta.

Sebelum berbuka bersama, tausiyah kebangsaan disampaikan yang sangat menarik oleh KH. Nuril Arifin Husein atau yang akrab dipanggil Gus Nuril. Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal ini mampu menghangatkan suasana di tengah-tengah warga berkepercayaan Kristen dengan warga berkepercayaan Islam yang hadir dalam acara ini.

Dalam tausiyahnya, Gus Nuril mengatakan bahwa politik menjadi salah satu penyebab gaduhnya suasana keberagaman di Indonesia.

“Gaduhnya suasana keberagaman di Indonesia itu disebabkan oleh politik. Negara hancur karena adanya politik, perseteruan, dan umat yang saling berebut kekuasaan. Para generasi muda sebaiknya berani tampil ke depan, memiliki jiwa patriotisme dan cinta tanah air. Seluruh umat beragama di Indonesia dapat saling menolong dan menciptakan kedamaian, sebab kita hidup di negara dengan satu tujuan yang sama,” papar Gus Nuril.

Yang menarik, Gus Nuril juga mengajak para tamu yang hadir melantunkan lagu Malam Kudus, serta selawat senada dengan lagu Malam Kudus. Para tamu yang hadir terhanyut mengikuti lantunan yang dibimbing Gus Nuril.