UNITY IN DIVERSITY

JAKARTA-REPORTER                   Untuk mempererat rasa kekeluargaan dan jalinan komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder-nya, Universitas Kristen Indonesia (UKI) kembali menggelar acara rutin tahunan Buka Puasa Bersama pada Selasa, 20 Juni 2017, di Aula Grha William Soeryadjaya, Cawang. Dengan tema “Membangun Budaya Indonesia: Unity in Diversity, diharapkan kebersamaan ini berdampak dalam membangun dan menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya toleransi dan persatuan dalam kemajemukan di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

UKI mengundang seluruh karyawannya yang beragama muslim, Polres Jakarta Timur, Polres Jakarta Pusat, Polsek Kramat Jati, Polsek Senen, Lurah Cawang, Ketua RT/RW di wilayah sekitar UKI, dan rekan-rekan wartawan untuk makan bersama. Hadir pula Rektor UKI, Ketua Yayasan UKI, dan Pimpinan-Pimpinan Fakultas beserta jajarannya.

Acara dibuka dengan doa oleh Pendeta Kampus, Pdt. Wellem Sairwona, M. Th., dan kata sambutan dari Pjs. Kabiro Humas dan Pemasaran (BHP) UKI, Yunita Naiborhu, S.E. Dalam sambutannya, Yunita menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir serta berharap terjalinnya kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholder UKI.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan persaudaran sebagai anak bangsa serta kerja sama yang mendukung program UKI dan program kita bersama yang pernah terjalin.

Melalui kebersamaan ini kami berharap semakin terjalin persaudaraan sebagai warga negara Indonesia, tanpa melihat perbedaan, serta menjunjung Pancasila sebagai dasar negara kita,” ucap Yunita Naiborhu.

Setelah sambutan Kabiro BHP, para tamu dihibur oleh penampilan dari Paduan Suara Mahasiswa (PSM UKI).

Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan, S.H., mengapresiasi acara buka puasa bersama tersebut sebagai langkah yang sangat bersahabat.

“Saya menyambut baik acara ini, saya kira ini suatu langkah yang sangat bersahabat. Membina hubungan dengan teman-teman sekerja, dengan yang ada di sekitar kita. Kita memang perlu saling mendukung. Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk kita bertemu dan menemani berbuka puasa bersama,”

Rektor juga mengharapkan momen kebersamaan seperti ini menjadi sebuah langkah untuk kembali bersatu sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam kondisi negara kita yang merdeka, beberapa saat yang lalu kita yang berbeda tiba-tiba merasa asing satu dengan yang lain. Momentum seperti ini merupakan momen yang tepat untuk juga melihat bahwa kita sebagai satu bangsa adalah bagian yang sama-sama menghuni tanah air yang sama. Kita berbagi ruang bersama seluruh komponen bangsa, lepas dari perbedan-perbedaan yang ada,” kata Rektor.

UKI yang berdiri di kawasan Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, turut mengundang Kapolsek Kramat Jati, yang pada hari itu diwakili oleh Kanit Binmas Polsek Kramat Jati, AKP Purwanto. Pada kesempatan tersebut, AKP Purwanto mengimbau tamu yang hadir, khususnya warga Kecamatan Kramat Jati agar bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, setelah beberapa waktu yang lalu sempat terjadi konflik tawuran antarwarga yang memakan korban.

“Kelurahan Cawang ini termasuk yang paling istimewa, baik pengawasan dan pemantauan, ini luar biasa. Kita tidak pernah tahu kapan, jam brp, tiba-tiba masyarakat menelpon, “Pak, ada tawuran”. Mari kita ciptakan suasana yang aman di wilayah kita karena ini wilayah kita, ini tanggung jawab kita semua. Maka dari itu, di bulan yg baik ini, mari kita bicara yang baik, hilangkan yang tidak baik, tuluskan hati kita, karena yg baik-baik yang disenangi Allah. Kalau kita baik, maka akan mendapatkan kebaikan dari Allah,” ucap AKP Purwanto.

Menjelang waktu buka puasa, hadirin mendengarkan tausiyah sejenak yang disampaikan oleh Ustadz Ari. Beliau mengingatkan agar kita semua mengedepankan toleransi antarumat beragama.

“Kita boleh toleransi antarumat beragama, namun tidak toleransi antar agama. Jadi, bukan berarti orang Islam besok boleh ikut kebaktian, orang Kristen juga boleh ikut sholat Jumat, tidak! Tetapi, orang Islam dan Kristen saling menghormati itulah yang disebut toleransi, bukan agamanya. Saling menghormati itu yang penting,” tutur Ust. Ari.

Setelah tausiyah, para tamu yang hadir bersama-sama menikmati hidangan yang telah disediakan. Suasana hangat tampak terjalin di antara mereka.

(jeh/lis)