UPKK : Inner Healing

JAKARTA-REPORTER  Trauma atau luka batin adalah sebuah masalah, jika masalah tidak pernah diselesaikan atau dicari jalan keluarnya, maka masalah tersebut tetap ada dan muncul dalam pikiran kita. Begitulah pandangan Evi Deliviana, M. Psi., tentang trauma/luka batin dari perspektif psikologi dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Unit Pelayanan Kerohanian dan Konseling (UPKK) Universitas Kristen Indonesia, Kamis (4/5), di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung AB, Kampus UKI Cawang, Jaktim.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa, tamu undangan, dan beberapa orang dari Sarikat Bangun dan Alemmina Bukit dari Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).

Dalam presentasinya, Evi menjelaskan perbedaan antara luka fisik dan luka Batin, penyebab dari luka batin, dan bagaimana cara mengatasi luka batin yang dirasakan oleh seseorang. Cara-cara itu seperti konsultasi, treatment psikologi, dan treatment medis. Namun, dari berbagai cara tersebut, cara yang paling ampuh untuk mengobati luka batin adalah dengan Mengampuni. Baik mengampuni diri sendiri maupun orang lain yang membuat kita memiliki trauma atau luka batin

Selain dari perspektif psikologi, seminar ini juga mengupas Inner Healing dari Perspektif Pastoral, yang disampaikan oleh Pendeta Kampus UKI, Pdt. Dra. Esther Rela Intarti, M. Th.

“Inner Healing adalah penyembuhan luka batin yang akan membuat orang terlepas dari ikatan trauma masa lalu dan membebaskannya untuk bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan,” kata Pdt. Esther.

Pdt. Esther juga mengajak peserta yang hadir untuk sharing berbagai pengalaman luka batin yang pernah mereka alami. Salah satunya, Tuti Manalu, mahasiswa FKIP UKI ini mengaku pernah mengalami luka batin ketika masa kanak-kanak akibat konflik yang terjadi di antara kedua orang tuanya. Namun, dengan mengampuni diri sendiri dan kedua orang tuanya, saat ini luka batin Tuti dapat dipulihkan.

Tak hanya Tuti, beberapa peserta juga berbagi cerita dan pengalamannya tentang trauma/luka batin dan mendapat kesempatan bertanya kepada narasumber. (jeh/lis)