UPT Perpustakaan UKI Gelar Bedah Buku Terapi Manual Mobilisasi Sendi

Ilmu terapi manual sudah lama masuk ke Indonesia dan diadaptasi pada dunia medis dan fisioterapis. Namun masih sedikit jumlah buku fisioterapi di Indonesia. Prodi Fisioterapi Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) mempunyai potensi menjadi pusat kontribusi buku Fisioterapi.

Buku ‘Terapi Manual Mobilisasi Sendi: Teori dan Praktik’, karya Akademisi Prodi Fisioterapi UKI, Lucky Anggiat Panjaitan, STr.Ft., M.Physio (Res), bisa menjadi salah satu referensi terapi manual dalam lingkup pembelajaran dan praktik. Tentunya dengan bahasa yang mudah dan tetap mengikuti standar internasional.

“Buku ajar ini merupakan hasil pelatihan, praktik sehari-hari fisioterapi dan saduran buku Internasional. Konten buku berisi 50% teori dan 50% praktikum aplikasi terapi manual mobilisasi sendi. Pada sesi praktik, dijabarkan tentang teknik terapi manual yang paling sering digunakan oleh fisioterapis. Berisi juga tentang studi kasus dan cara pemilihan teknik terapi manual,” ujar Kaprodi Fisioterapi, Fakultas Vokasi UKI, Lucky Anggiat, dalam kegiatan Bedah Buku, dalam rangka Dies Natalis UKI dan Dies Natalis ke-3 Fakultas Vokasi UKI, yang bekerja sama dengan UPT Perpustakaan UKI, di Kampus UKI Cawang (28/09).

Lulusan Master of Physiotherapy dari KPJ Healthcare University College Malaysia ini menjelaskan terapi manual mobilisasi sendi sejatinya adalah salah satu intervensi atau ‘obat’ yg diberikan fisioterapis tanpa menggunakan banyak alat.

“Dan memang cikal bakalnya dari menarik sendi yg dilakukan oleh hipokrates, namun di teliti dan dipublikasikan sehingga lebih ilmiah dan lebih aman serta lebih efektif. Terapi manual mobilisasi sendi hanya dapat dilakukan oleh fisioterapis dan ada sampai tingkat spesialisasi jika ingin didalami,” tuturnya lagi.

Lucky Anggiat Panjaitan berharap melalui buku ini mahasiswa Prodi Fisioterapi bisa mendapatkan referensi yang tepat dalam penerapan terapi manual mobilisasi sendi yang lebih mudah dipahami.

“Dan kepada fisioterapis juga diharapkan menambah kemampuan terapi manual mobilisasi sendi, yang merupakan keterampilan yang harus di asah agar semakin baik dalam pelaksanaannya, baik melalui referensi lain maupun pelatihan lainnya,” ujarnya.

.