Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah : Presiden Perlu Pertimbangkan Grasi Ali Imron untuk Deradikalisasi

“Presiden Joko Widodo perlu mempertimbangkan pemberian grasi kepada terpidana kasus “Bom Bali’, Ali Imron.  Mendengar penyesalan Ali Imron dalam setiap ceramahnya, saya yakin hal tersebut bisa menjadi referensi bagi para teroris untuk kembali ke jalan yang benar. Ali Imron bisa menjadi role model kampanye deradikalisasi yang efektif di tengah maraknya propaganda radikalisme dan terorisme, ” ujar Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah, M.H., dalam webinar ‘Menangkal Kejahatan Terorisme Kontemporer di Indonesia’, yang diselenggarakan Program Studi Doktor Hukum dan Program Studi Magister Hukum UKI (17/04).

Alumni Program Magister Ilmu Hukum UKI ini, mencermati kesungguhan Al Imron bertobat sebagai teroris. Menurut Ahmad Basarah, Ali Imron efektif terlibat dalam kampanye deradikalisasi dan kampanye anti terorisme.

Dalam ceramahnya dalam webinar ini, Ali Imron mengatakan, “Saya mengajak semua kawan yang masih radikal atau yang setengah radikal, mari kita kembali ke jalan yang benar. Tindakan kita salah. Semua pengakuan dan pertobatan saya lakukan atas dasar kemauan saya sendiri, dan bukan atas dasar paksaan atau tekanan pihak tertentu.”

Menurut Ahmad Basarah, ajakan Ali Imron kepada kaum radikal untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sangat penting disampaikan kepada publik secara terus-menerus. Hal ini dilakukan agar ajakannya untuk mencintai Indonesia dan Pancasila didengar oleh sebanyak mungkin bangsa Indonesia.

Kasatgas Densus 88 Mabes Polri, Dr. Imam Subandi, M.H., menyampaikan, “Jika hanya kami yang berbicara pentingnya deradikalisasi di forum seperti ini, suara kami bisa jadi tidak didengar. Tapi jika yang menyampaikan seorang mantan pelaku teroris, publik akan menangkapnya dengan penilaian berbeda. Ali Imran layak mendapatkan Grasi agar bisa lebih efektif membantu program deradikalisasi.”

Narasumber lain dalam webinar ini ialah Kasatgas Densus 88 Mabes Polri, Dr. Imam Subandi, M.H, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. (HC). Helmy Faishal Zaini. Lalu turut hadir pula Hendi Suhartono (mantan pelaku Bom Buku Jakarta), Ali Imron (mantan pelaku Bom Bali I)

Tayangan lengkap webinar dapat dilihat di Youtube Official UKI Jakarta, dengan tautan