Workshop Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Dikti

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UKI menggelar Workshop Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Dikti, tahun anggaran 2019.  Workshop digelar di Ruang Seminar, Kampus UKI Cawang dari tanggal 12 – 13 Februari 2018. Pembicara dalam seminar ini ialah Dr. Hotniar Siringoringo, M.Si sebagai reviewer proposal penelitian.
Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, M.Sc mengungkapkan dana dari pemerintah itu adalah uang rakyat sehingga penelitian harus memberikan manfaat kepada rakyat. Ada beberapa peneliti yang tidak detail dalam membuat proposal sehingga saat akan didanai tidak tahu apa yang harus dilakukan. Maka hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kendala penelitian lainnya ialah selama ini anggaran dari ristekdikti yang terlambat cairnya. Peneliti harus memahami panduan pelaksanaan penelitian yang ada di situs simlitabmas.ristekdikti.go.id. Peneliti juga harus membuat surat pernyataan bahwa penelitian bersifat original dan belum pernah dibiayai.
“Pemerintah memiliki pengukuran tingkat kesiapterapan teknologi online. Ada beberapa tingkat dari penelitian yaitu dari yang manfaatnya belum dirasakan masyarakat sampai yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Ada beberapa jenis penelitian seperti penelitian terapan dan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk yang siap diluncurkan ke pasar, “ ungkap dosen Universitas Gunadarma ini.
Kepala Bidang penelitian LPPM UKI, Dr. Lamhot Naibaho, S.Pd.,M.Hum , menjelaskan dosen harus banyak terlibat untuk melakukan penelitian. Semakin banyak penelitian dari UKI yang memenangkan hibah dikti, maka semakin bagus akreditasi yang didapatkan universitas dan LPPM UKI. Pedoman penulisan proposal penelitian hibah dikti berbeda setiap tahun. Maka perlu pelatihan agar penelitian dosen sesuai pedoman yang dibuat pemerintah.
“Di tahun 2015 ada satu orang dari UKI yang penelitiannya menang dibiayai pemerintah. Lalu diadakan pelatihan penelitian dan pada tahun 2016 ada lima orang pemenang dari UKI. Di tahun 2017 ada 7 proposal yang penelitiannya dibiayai pemerintah, “ tutur Dr. Lamhot Naibaho, S.Pd.,M.Hum.