Writerpreneur “5 cm”

JAKARTA-REPORTER    Masih ingatkah kalian dengan kisah Zafran dan sahabat-sahabatnya yang berpetualang ke puncak Gunung Semeru untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih? Ya, kisah mereka terdapat dalam Novel “5cm” yang menjadi salah satu novel best seller di Indonesia dan hingga kini sudah dicetak ulang sebanyak 37 kali serta sudah diangkat ke layar lebar yang ditonton oleh lebih dari 2 juta orang di tahun 2012.

Sang penulis novel, Donny Dhirgantoro, tentu tidak menyangka novel yang ditulisnya bisa mencuri perhatian banyak orang hingga membuatnya menjadi penulis populer di Indonesia. Pengalamannya menjadi seorang penulis novel best seller, yang tentu membuatnya berkelimpahan materi, ia bagikan kepada orang lain melalui berbagai kesempatan. Salah satunya adalah dalam acara “Writerpreneur Buku dan Film 5 cm” yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (31/3), bertempat di BI Corner Perpustakaan Pusat UKI, Cawang, Jaktim, dan dihadiri oleh mahasiswa, staf, dan beberapa pimpinan UKI. Dengan dipandu oleh moderator, Singgih Sasongko, S.IP., M.Si, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi (IKOM) FISIPOL UKI, suasana terasa hangat dan menyenangkan.

Kepala Perpustakaan UKI, Rondang D. Damanik, S.Hum., menyampaikan sambutannya dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BI.

“UKI, dalam hal ini perpustakaan, telah menjalin kerja sama dengan BI sejak 2015. Sudah ada 500 judul buku. Semua siap dikelola dan digunakan. Kami harap bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih kepada BI yang telah membantu untuk kemajuan dan kecerdasan bangsa melalui BI Corner ini,” ucap Rondang.

12976718_1211587445538207_7059788168418318569_o
Wakil Rektor II Bidan NonAkademik, dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd., PA

Wakil Rektor II Bidan NonAkademik, dr. Bernadetha Nadeak, M.Pd., PA., turut hadir, beliau merasa antusias dengan adanya kegiatan tersebut dan mendukung tema yang akan disampaikan oleh narasumber.

“Terima kasih untuk sahabat dari BI. kiranya fasilitas dari BI boleh digunakan oleh kita. Bersyukur untuk hal tersebut, bersyukur untuk narasumber. Suatu kisah inspiratif sekali yang boleh memacu kita untuk punya motivasi untuk keadaan yang minimalis untuk meraih sesuatu yang luar biasa. Hari ini kita akan belajar menulis yang baik sehingga menjadi sesuatu, bahwa dengan menulis kita bisa menjangkau dunia yang lain,” kata dr. Bernadetha.

Fasilitas BI Corner yang tersedia di antaranya rak buku, karpet, buku sebanyak 500 eksemplar, komputer 1 unit, TV 1 unit, sofa baca, meja informasi dengan kusi 1 set, lampu baca, tanaman hias, dll.

BI bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI) untuk mengembangkan sebagian program ini. Tahun ini YPPI sudah berhasil merampungkan 25 Corner di wilayah DKI, khususnya untuk Perguruan tinggi dan akan dilanjutkan di semester II tahun ini sejumlah kurang lebih 60 corner khusus Jabodetabek. YPPI tidak sendirian, tapi bersama-sama dengan lembaga nonprofit yang kegiatannya relevan.

“Terima kasih bisa berada di sini untuk sedikit mendengar pengalaman (Donny Dhirgantoro). Prospek menulis sangat bagus. Terkait dengan program BI Corner, BI Punya CSR (Corporate Social Responsibility), yaitu PSBI (Program Sosial Bank Indonesia). Salah satu kegiatannya adalah membuat corner di Perguruan-perguruan Tinggi. Di Jakarta ada 25, total sudah ada 106 corner di Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat,” terang Trini Haryanti, perwakilan dari BI.

12916819_1211587602204858_252880335562384554_o
Donny Dhirgantoro penulis buku 5cm

Pada diskusi tersebut, Donny bercerita mengenai pengalamannya menjadi seorang penulis, dari seorang yang bukan siapa-siapa hingga kini selain menjadi penulis novel, ia juga menjadi penulis skenario film. Menurut Donny, dunia menulis di Indonesia masih sangat menjanjikan, terlebih orang Indonesia masih menyukai buku fisik daripada buku elektronik.

“Dunia menulis sangat menjanjikan di Indonesia, satu buku saja bisa dibaca minimal 10 orang,” ucap Donny.

Banyak hal yang ia dapat ketika buku “5cm” laku di pasaran, selain menambah semangatnya dalam menulis, Donny mendapatkan berlimpah materi dari royalti buku dan film “5cm” serta mendapat kesempatan berkeliling Indonesia dan luar negeri. Memang sejak awal menulis, Donny sudah berambisi untuk membuat bukunya menjadi best seller, sehingga ia menciptakan kisah yang tak biasa dalam novel yang berdasarkan pengalaman pribadinya bersama teman-temannya.

12916921_1211587605538191_6831692035240564490_o
suasana talkshow dengan narasumber Donny Dhirgantoro (kiri) didampingi oleh moderator Singgih Sasongko (kanan)

Bagi para penulis-penulis muda yang ingin mengikuti jejak kesuksesan Donny Dhirgantoro. Donny memperkenalkan jurus 3P, yaitu Passion (minat), kalian harus memiliki passion, mau jadi terkenal karena menulis atau mau mencari uang karena menulis? Kedua, Patient (sabar), dan ketiga Persistent (gigih).

“Intinya, menjadi seorang writerpreneur niatnya adalah agar buku tersebut menjadi best seller. Jadi, buatlah karakter yang memorable, dari karakter itu dia (tokoh) akan punya keinginan atau impian. Sebagai penulis kita harus bantai impiannya,” pungkas Donny.