YKBN Sambut Mahasiswa/i Program Beasiswa 2017/2018

JAKARTA-REPORTER Seremoni unik diadakan oleh Yayasan Kasih Bagi Negeri (YKBN) dalam rangka Penyambutan mahasiswa/i Program Beasiswa YKBN Tahun Akademik 2017/2018 pada Jumat, 15 September 2017, di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung AB, UKI Cawang. Acara seremonial ini menjadi kesempatan awal bagi YKBN untuk memperkenalkan semua kegiatan dan peraturan yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa penerima beasiswa.

Kegiatan ini memberikan pedoman awal bagi mahasiswa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selama 3 hingga 4 tahun masa perkuliahan. Ini menjadi wadah yang sangat tepat untuk mendidik mahasiswa agar mampu menyadari dan memahami kodrat diri mereka yang sesungguhnya, yaitu sebagai anak muda yang percaya kepada Yesus Kristus agar senantiasa menjadi anak muda yang dibentuk dan kelak menjadi pemimpin yang hidup dalam integritas Tuhan.

Kesan menarik yang diterima oleh setiap Mahasiswa Baru (Maba) menjadi sangat penting dalam ibadah ini, teladan dan pengalaman menjadi motivasi dalam setiap sharing yang diberikan oleh pemimpin ataupun pihak-pihak yang terlibat dalam kepengurusan YKBN. Self development dan learning training juga menjadi pendorong tumbuhnya kemampuan bersaing mahasiswa baru dari daerah tertinggal, yang tingkat ketertinggalannya lebih tinggi dari pada anak-anak yang hidup dan berkembang di perkotaan, dengan informasi dan fasilitas yang telah tersedia.

Ibadah penyambutan Maba diikuti oleh beberapa alumni dan orang-orang yang terlibat dalam proses berjalannya seluruh rangkaian kegiatan di YKBN, baik dari Staf YKBN, maupun tenaga pendidik UKI yang turut mendukung program YKBN. Di antaranya Dekan dan Dosen Fakultas Sastra UKI, Dosen Fakultas

Ekonomi UKI, Kepala Asrama Mahasiswa “Yap Thiam Hien”, dan beberapa orang yang diundang untuk sharing pengalaman luar biasa bagi mahasiswa baru.

Renungan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Herald, Alumni Fakultas Teknik UKI dan ketua Persekutuan Mahasiswa Teknik ini dilontarkan dengan penuh semangat. Perihal dua cara hidup setiap orang percaya diharapkan mampu membentuk kearifan seseorang, yaitu mereka yang senang mengevaluasi cara hidup, menggunakan waktu dengan sebaik mungkin, dan yang lebih penting adalah kita mengerti kehendak Tuhan yang sesungguhnya. Sebaliknya, orang bebal tidak melakukan apa yang dilakukan oleh orang arif, mereka menjalani hidup mereka dengan sembarangan dan tidak sesuai dengan tujuan Tuhan yang sebenarnya telah disampaikan dalam Firman Tuhan.

Langkah praktis yang dapat dilakukan oleh setiap mahasiswa yaitu mampu mengatur setiap kegiatan hidup dan mendisiplinkan diri masing-masing terhadap program yang tertulis dalam skala prioritas waktu yang harus kita buat, sehingga kita mampu bertanggung jawab dengan kesempatan yang telah Tuhan berikan.

(Afliana)