Yudisium Fakultas Hukum UKI Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018

JAKARTA-REPORTER                       Fakultas Hukum menggelar sidang terbuka Yudisium Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018 pada 21 Februari 2018 di Ruang Seminar Lantai 3 UKI, Cawang. Jumlah peserta yudisium FH UKI kali ini adalah sebanyak 65 peserta. Terdapat salah satu peserta yudisium berasal dari Irlandia, yakni James Boyd. Acara dihadiri oleh pimpinan FH UKI, dosen, peserta yudisium, dan orang tua peserta yudisium.

Acara dimulai dengan ibadah syukur dipimpin oleh Pdt. Fefty Naray.

“Semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi tingkat kompetensi. Hasil yang telah dicapai janganlah membuat kita sombong. Dunia dan keluarga membutuhkan karya besar kita,” kata Pdt. Fefty Naray.

Dekan FH UKI, Hulman Panjaitan, S.H., M.H., membuka sidang dan memberikan kata sambutan, “ Ini adalah hasil akhir dari perjuangan membuat skripsi dan selalu ada perbaikan skripsi yang disarankan penguji. Kami menitipkan nama FH UKI ke pundak para alumni. Bagi mahasiswa yang ingin langsung melanjutkan studi S2, FH UKI memiliki program pasca sarjana. FH UKI juga bekerja sama dengan DPC Peradi Jakarta Timur melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat.” Ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan hasil yudisium oleh wakil dekan FH UKI, L. Elly A.M. Pandiangan, S.H., M.H dan penyerahan tanda kelulusan oleh Kepala Program Studi, Chandra Aritonang, S.H., M.H.

Lulusan terbaik semester gasal tahun akademik 2017/2018 diraih oleh Hillary dengan IPK 3.95, peringkat ke-2  diraih oleh Debora Gultom dengan IPK 3.81 dan peringkat ke-3 diraih oleh Agnes Apriliani dengan IPK 3.76.

Hillary sebagai perwakilan peserta yudisium mengungkapkan kebahagian dan ucapan terima kasihnya kepada seluruh dosen dan staf di UKI yang telah membantu proses kelulusan mahasiswa, ”Kami lulusan FH UKI akan berusaha menjunjung tinggi nama UKI di dalam dunia kerja kami nantinya. Banyak suka duka selama mengerjakan skripsi terutama saat revisi. Saya bersyukur bisa kuliah di sini karena FH UKI merupakan salah satu yang sudah menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dengan mempelajari teori dan praktek.”

Salah satu dosen FH UKI, Milton Hasibuan, berpesan agar peserta yudisium memanfaatkan ilmu pengetahun dengan menjunjung moralitas. “Sukses hari ini bukan sukses yang terakhir. Kedepannya selalu mintalah pertolongan Tuhan. Belajar dan berjuang lebih keras karena perkembangan masyarakat yang cukup cepat. Saat ini pemerintah Indonesia terus memperbaiki pelayanan publik dan menggunakan teknologi digital dalam aktivitasnya,” tutur Milton Hasibuan.

Acara ditutup dengan doa penutup dan pimpinan FH UKI bersalaman dengan peserta yudisium serta orang tua peserta yudisium.